Friday, November 7, 2014

Labradorite dengan Cincin Perak





Labradorite is a member of the Feldspar family and is treasured for its remarkable play of color, known as labradorescence. The stone, usually gray-green, dark gray, black or grayish-white, is composed in aggregate layers that refract light as iridescent flashes of peacock blue, gold, pale green, or coppery red. The predominant blue varies within the light, displaying hues from deepest blue to various shades of pale, almost blue-green. It was first discovered in Labrador, Canada, by Moravian missionaries in 1770 who named it for the area. It is, however, referenced in legends by older Inuit tribes, and was known to be in use by the Boethuk peoples of Newfoundland and Labrador. It became a popular gem in Europe in the eighteenth and nineteenth centuries. [Simmons, 225][Eason, 163][Melody, 367]

Rarer varieties of Labradorite include Golden Labradorite, a transparent gold or champagne-color, and Spectrolite, an intense variety displaying the entire color spectrum, discovered in Finland in the 1940s. 
Sumber: http://www.crystalvaults.com

Batu labradorite pilihan dengan ukuran besar yang diikat cincin berbahan perak asli dengan ukiran tembus motif sulur-suluran. Dikarenakan ukurannya yang cukup besar, batu cincin labradorite ini dapat dipasangkan pada liontin di kemudian hari jika diinginkan.
Panjang batu: 2.8 cm
Lebar batu: 1.9 cm
Tebal batu: 0.5 cm
Ukuran Cincin: 20

Harga: Sold to Bpk EPA

Mohon diperhatikan: Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan / di-refund / ditukar. Harap perhatikan baik-baik foto kondisi barang yang tersedia. Silahkan ajukan pertanyaan melalui SMS/WA untuk informasi lain jika perlu.

Moonstone / Biduri Bulan dengan Cincin Perak





Moonstone has been used in Roman jewelry for nearly two thousand years, even longer in the Orient. It has always been a sacred stone in India with a special significance for lovers, and is a traditional wedding gift there. It was a popular choice for jewelers in the Art Nouveau period, and in Europe was believed to reconcile estranged lovers and to cure sleeplessness. Moonstone is known as the Traveler's Stone for the protection it affords, especially at night, and because of its uplifting quality of hope, has long been worn as a talisman to enhance the personality. [Ahsian, 267][Mella, 91]
Named for its moon-like sheen, Moonstone is a Feldspar mineral exhibiting a soft, watery opaqueness and a silvery-white reflection called chatoyancy that moves as a line across the surface as light varies. Moonstone occurs in delicate shades of peach, blue, gray, white and a prismatic variety known as Rainbow Moonstone.
White Moonstone carries the energy of the new moon at the height of its power, stimulating psychic perception, vision and dream work. It can magnify one's emotions, activating the kundalini energy in women and emotional balance in men, and is supportive in children to drive away nightmares or insomnia.

Sumber: http://www.crystalvaults.com/

Batu moonstone berukuran cukup besar yang diikat cincin perak tebal bermotif polos. Batu moonstone atau biduri bulan putih ini memantulkan cahaya berwarna putih perak jika terkena cahaya redup sekalipun.

Panjang batu: 1.9 cm
Lebar batu: 1.5 cm
Tebal batu: 0.7 cm
Ukuran cincin: 20
Harga : Rp 1,000,000

Mohon diperhatikan: Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan / di-refund / ditukar. Harap perhatikan baik-baik foto kondisi barang yang tersedia. Silahkan ajukan pertanyaan melalui SMS/WA untuk informasi lain jika perlu.

Monday, October 20, 2014

Koin Perak 2.5 Gulden Willem III Tahun 1872




Tahun : 1872
Bahan : Perak .945
Berat : 25 g
Diameter : 38 mm

Kondisi apa adanya.

Mohon diperhatikan: Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan / di-refund / ditukar. Harap perhatikan baik-baik foto kondisi barang yang tersedia. Silahkan ajukan pertanyaan melalui SMS/BBM untuk informasi lain jika perlu.
 
SOLD to Ibu WR

Monday, March 10, 2014

Keris Sumenep Ukir




















Keris Madura dengan ukiran berlambang Kesultanan Sumenep garapan halus. Sarung keris diukir pada kayu Tenggulun. Gagang keris mengambil bentuk Donoriko ukiran halus mengikuti ukiran sarung keris meskipun dibuat dari jenis kayu yang berbeda. Sebuah mendak berbahan perak bertatahkan batu yaqut memisahkan gagang keris dengan bagian ganja. Bilah keris kamardikan tempaan istimewa. Pamor bilah mengabil bentuk Ganggeng Kanyut dengan lipatan besi yang rapat dan rapi hingga pucuk keris. Keris dengan kualitas langka yang sangat cocok untuk dikoleksi bagi yang mempunyai cita rasa seni tinggi.

Mohon diperhatikan: Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan / di-refund / ditukar. Harap perhatikan baik-baik foto kondisi barang yang tersedia. Silahkan ajukan pertanyaan melalui SMS/BBM untuk informasi lain jika perlu.


Sold to Bpk. SPP

Thursday, January 30, 2014

Tombak Trisula Kinatah Makoro










Tombak Trisula sepuh dengan kondisi yang masih sangat terawat dengan Kinatah Makoro di kedua sisi-nya. Dilengkapi dengan warangka tombak dari kayu ukir yang serasi dan dipasangkan dengan landeyan serta srubung emas-perak (silih asih) yang istimewa. Tombak trisula dengan detail garapan yang sudah jarang ditemui.

Koleksi Pribadi

Saturday, January 18, 2014

Pedang Luwu/Maros











Pedang Luwu dengan hulu tanduk berbentuk gajah ukiran tembus. Sarung kayu dibalut kulit ular air yang diwarnai merah. Bilah pedang ditempa dengan baja pamor yang dikenal dengan pola tempaan kalam (ure te'pettu). Bilah pada bagian yang paling tebal = 7 mm. Kondisi bilah sangat baik tanpa ada lipatan besi yang lekang dan mata pedang tidak ada yang rompal.

Mohon diperhatikan: Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan / di-refund / ditukar. Harap perhatikan baik-baik foto kondisi barang yang tersedia. Silahkan ajukan pertanyaan melalui SMS/WA untuk informasi lain jika perlu.

Harga : Rp 6.500.000

Tuesday, January 14, 2014

Pedang Sabet Palembang

















Pedang sabet Palembang dengan hulu pedang dari tanduk kerbau ukir yang dibungkus dengan perak berukir motif floral tradisional melayu. Bilah pedang ditempa dari baja pamor yang indah dengan sarung pedang dari kayu berbalut kulit ular kobra. Pedang ini mewakili keindahan seni hias senjata dari Kesultanan Palembang pada abad ke 18 Masehi.

Kolekasi Pribadi